Teater merupakan salah satu jenis seni pertunjukan yang sangat populer di dunia. Jenis-jenis yang berkembang pun sangat banyak, bahkan macam-macam teater di Indonesia pun ada cukup banyak. Namun bagaimanakah awal mula serta perkembangan seni teater di dunia hingga bisa se populer seperti sekarang ini? Bagi anda yang merasa penasaran, berikut telah kami rangkung mengenai sejarah dan perkembangan seni teater di dunia.

Sejarah dan Perkembangan Seni Teater di Dunia


1. Teater Yunani Kuno
Seni teater bermula pada zaman Yunani Kuno yaitu sekitar tahu 534 SM. Ada tiga jenis drama teater yang sudah berkembang pada zaman tersebut yaitu drama tragedi, komedi, dan satyr. Fungsi teater pada zaman Yunani Kuno juga berbeda-beda tergantung dari jenisnya. Tragedi adalah drama yang menceritakan tentang jatuhnya pahlawan karena takdir dan kehendak dari para dewa-dewi. Berikutnya adalah drama komedi yang bertujuan untuk menyindir penguasa pada masa tersebut. Sedangkan satyr adalah drama yang menggambarkan tindakan dengan maksud mengolok-olok nasib karakter yang terdapat pada drama tragedi

Tokoh dalam teater Yunani Kuno juga banyak yang terkenal hingga karya-karyanya masih tersimpan dengan baik hingga sekarang. Dalam drama tragedi tokohnya antara lain Aeschylus (525 – 456 SM), Euripides (480 – 406 SM), dan Sophocles (496 – 406 SM). Sedangkan tokoh terkenal dari drama komedi adalah Aristophane (446 – 386 SM). Drama ciptaan mereka telah banyak dibahas oleh pemikir terkenal yaitu Aristoteles dalam karyanya yang berjudul Poetic.

2. Teater Zaman Renaisance Di Inggris (tahun. 1500 M – tahun. 1700 M)
Teater yang banyak berkembang di Zaman Yunani Kuno kemudian dipopulerkan lagi oleh banyak seniman dan dramawan pada zaman Renaisance di Inggris yang berlangsung selama kurang lebih 2 abad yakni 1500 sampai 1700 Masehi. Salah satu tokoh dari zaman ini sangat terkenal adalalah Shakespeare (1564 – 1616). Karya yang dihasilkan pun sangat banyak dan beberapa di antaranya telah berhasil diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia oleh Trisno Sumardjo, seperti Romeo & Juliet, Hamlet, dan Machbeth.

3. Teater Zaman Renaisance Di Perancins (tahun. 1500 M – tahun. 1700 M)
Teater zama renaissance di Perancis bersamaan dengan yang berlangsung di Inggris. Dengan mengambil hikmah dari kejayaan drama teater pada zaman Yunani purba, Perancis menamakannya dengan neo klasik. Di zaman ini, muncul seorang yang sangat terkenal dalam seni teater yaitu Moliere (1662 M – 1673 M). Dalam pertunjukannya, Moliere mengarang sekaligus mementaskan sendiri karya-karyanya. Ada cukup banyak karya dari seniman ini yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, seperti Si Bakhil, Akal Bulus Scapin, dan Dokter Gadungan.

4. Commedia Del ‘Arte Di Italia
Perkembangan seni teater yang berikutnya ialah Commedia Del ‘Arte di Italia. Teater ini berkembang pada abak ke-16 M di lingkungan istana kerajaan. Biasanya Commedia Del ‘Arte diselenggarakan di panggung-panggung kota yang masih sederhana. Para lakon yang tampil dalam teater ini menggunakan topeng dan naskahnya hanya berisi garis besar plot saja. Jadi percakapan yang berlangsung di dalamnya berlangsung secara spontan dan tanpa persiapan. Keikutsertaan kaum perempuan dalam pertunjukannya juga membuat Commedia Del ‘Arte menjadi lebih luwes dan lebih indah. Selain itu juga terdapat selingan berupa nyanyian dan tarian yang sifatnya menyindir. Teater ini pun menjadi awal dari munculnya peran-peran pantonim tradisional seperti Columbine dan Haelequin.

Demikianlah ulasan kali ini mengenai sejarah dan perkembangan seni teater di dunia, semoga bermanfaat untuk anda.