Rasul penerima
kitab Allah
adalah rasul yang dimuliakan Allah. Kitab merupakan wahyu Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril pada rasul-Nya. Di taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar, kita telah diajarkan oleh ibu/bapak guru mengenai 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui. Tidak semua nabi dan rasul yang kita ketahui itu dipilih Allah untuk menerima mukjizat berupa kitab. Rasul yang menerima mukjizat kitab telah diuji dengan cobaan yang berat sehingga pantas untuk menerima kemuliaan berupa mukjizat kitab Allah.
Beikut adalah nama-nama rasul mulia yang menerima mukjizat kita dari Allah:
Nabi Musa A.S (Taurat)
Nabi Musa lahir pada zaman kepemimpinan penguasa dzalim, yaitu Fir’aun, yang mengaku dirinya sebagai Tuhan. Suatu waktu Fir’aun pernah bermimpi bahwa ada seorang anak lelaki yang menghancurkan kekuasaannya. Sejak itulah Fir’aun memerintahkan setiap bayi laki-laki yang lahir untuk dibunuh. Nabi Musa A.S dihanyutkan ke sungai nil oleh ibu kandungnya untuk menghindari perintah Fir’aun. Namun Allah memiliki kehendak lain, Nabi Musa A.S ditemukan oleh Asiyah, wanita mulia yang merupakan istri dari Fir’aun. Nabi Musa A.S menerima mukjizat Taurat dari Allah. Taurat berisi beberapa syariat dan hukum agama yang sesuai dengan kondisi saat itu. Di dalam Taurat juga menerangkan akidah yang benar, janji-janji Allah, dan ancaman bagi manusia yang durhaka.
Nabi Daud A.S (Zabur)
Nabi Daud A.S diuji Allah dengan beberapa cobaan yang menyakitnya, yaitu: seluruh anaknya meninggal, hartanya yang dimiliki habis terbakar, hewan ternak peliharannya mati. Tidak hanya itu, Nabi Daud A.S juga
diuji dengan cobaan penyakit kulit yang membuat istri tercintanya pegi meninggalkannya. Allah memberi mukjizat berupa Zabur pada Nabi Daud A.S atas ketabahannya menerima cobaan. Zabur berisikan beberapa doa, zikir, pengajaran, dan hikmah. Namun Zabur tidak memuat hukum dan syariat agama, karena Nabi Daud A.S mengikuti hukum dan syariah yang diturunkan Allah dalam Taurat.
Nabi Isa A.S (Injil)
Nabi Isa A.S adalah anak dari Maryam. Maryam adalah anak asuh dari Nabi Zakaria A.S yang baik akhlaknya dan senantiasa mengurung diri untuk beribadah pada Allah. Suatu hari, Maryam didatangi malaikat yang menyampaikan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan anak yang kelak akan menjadi nabi dan rasul. Maryam merasa bingung karena dirinya yang belum bersuami dan belum pernah melakukan hubungan intim. Namun malaikait menjawab bahwa jika Allah menghendaki, maka jadilah (kun fayakun). Nabi Isa A.S menerima mukjizat berupa Injil dari Allah. Di dalam Injil terdapat beberapa hukum syariat dan menghendaki manusia untuk kembali pada agama tauhid (monotheisme). Injil juga menerangkan akan datangnya nabi dan rasul penutup, yaitu Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW (Alquran)
Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan yatim. Beliau juga hidup di zaman jahiliyah yang masyarakatnya diliputi kebodohan akan keimanan dan syariat agama. Maka dari itu Allah menyuruh Nabi Muhammad A.S
untuk mendakwahi manusia agar menyembah Allah SWT semata. Manusia di zaman Nabi Muhammad SAW memiliki perilaku yang sangat buruk. Mereka menyembah berhala, mabuk-mabukan, bahkan menjadikan wanita sebagai pemuas nafsu belaka. Beliaupun mendakwahi mereka secara sembunyi-sembunyi dimulai dari keluarga terdekat. Setelah memiliki cukup banyak pengikut, Nabi Muhammad mulai melakukan dakwah secara terang-terangan. Alquran diturunkan pada Nabi Muhammad sebagai penyempurna kita terdahulunya. Di dalam Alquran terdapat seruan menyembah Allah SWT, syariat islam dalam menjalani seluruh aspek kehidupan, kisah-kisah nabi dan rasul terdahulu, dan fase-fase kehidupan (alam kandungan, dunia, barzah, dan akhirat).

 

Nah, itulah Rasul penerima kitab Allah. Semoga bisa menambah pengetahuan dan keimananmu.