Seni rupa
postmodern merupakan seni rupa generasi ketiga setelah melalui masa pramodern
dan modern. Gaya yang dimiliki oleh seni rupa postmodern yakni bentuknya yang
sederhana, ornamental, dan tidak terikat oleh aturan terentu. Tema yang paling
dominan diangkat dalam seni rupa postmodern adalah kritik sosial dan
kemasyarakatan. Postmodern merupakan masa di mana banyak pemikiran yang melawan
aturan-aturan pada aliran modernis. Namun banyak tokoh postmodern yang
menyangkal hal ini, karena mereka merasa hanya merevisi yang ada pada aliran
modernis.

Pengertian Seni Rupa Postmodern
Secara bahasa,
Postomodern terdiri dari 2 kata yaitu “Post” dan “Modern”. Kata Post dalam
Webster’s Dictionary Library merupakan bentuk prefix yang diartikan sebagai
‘later or after. Jadi bisa kita ambil kesimpulan bahwa postomdern merupakan
hasil koreksi dari modern itu sendiri dengan menjawab pertanyaan yang tidak
terjawab di era modernis. Ada juga pendapat lain mengenai pengertian dari
postmodern. Menurut Pauline Rosenau (1992), postmodern adalah kritik terhadap
masyarakat modern yang gagal dalam memenuhi janji-janjinya.
Ciri-Ciri Seni Rupa Postmodern

Ciri masyarakat
postmodern yang bebas pun menciptakan kebebebasan bereskpresi dalam berkarya
seni. Ciri seni rupa postmodern yaitu tidak adanya aturan serta cakupannnya
yang sangat luas dengan tawaran kebebasan berkarya. Namun tetap saja, karya
yang dihasilkan tidak hanya terbatas oleh visual dan estetika saja, akan tetapi
menuntut seniman untuk melakukan riset secara menyeluruh dan mendalam. Sehingga
gagasan yang didapat serta karya seni yang dibuat dapat dipertanggungjawabkan.
Bahkan, pertanggungjawaban dari karya seni yang dibuat merupakan cerminan serta
pemikiran kiritis yang dianut oleh seniman era postmodern.
Contoh Seni Rupa Postmodern
·        
Seni Lukis
Seni
lukis adalah salah satu seni rupa murni yang berbentuk dua dimensi. Hal ini membuat
seni lukis hanya bisa dinikmati dari satu arah saja. Berawal dari pembubuhan
cat, para seniman lukis mulai mengekspresikan berbagai makna pada karya yang
mereka buat. Biasanya, nilai yang melekat pada lukisan tersebut dipengaruhi
oleh budaya yang dianut atau dimiliki oleh peluksinya. Seni lukis yang
berkembang di era postmodern memiliki konsep yang sangat luas dan tidak terikat
oleh aturan tertentu seperti pada zaman-zaman sebelumnya. Contoh karya lukis
tersebut antara lain wanita menyusui karya Hendara, gadis di depan cermin karya
Pablo Picasso, dan Bunga Matahari karya Vincent Van Gogh.
·        
Seni Patung
Seni
rupa ini memiliki bentuk tiga dimensi sehingga bisa dengan mudah dilihat dan
dinikmati keindahannya dari berbagai arah. Seni patung dibuat dari bahan, alat,
dan teknik tertentu sehingga dapat menghasilkan sebuah karya yang memiliki
makna terntu dibalik keindahannya. Ada banyak karya seni patung postmodern yang
telah berhasil diciptakan oleh seniman dari segala penjuru dunia. Contohnya Discus
Thrower karya Myron (Yunani Kuno), The Kiss-Auguste Rodin (Prancis), dan Garuda
Wisnu karya Nyoman Nuarta.
·        
Seni Grafis
Dari
segi dimensi, seni grafis berbentuk 2D seperti halnya seni lukis. Perbedaan
antara seni lukis dan seni grafis terletak pada teknik pembutannya. Biasanya
seni lukis dibuat dengan menggunakan teknik berupa aquarel, tempra, ataun
plakat. Sedangkan seni grafis dibuat melalui teknik mencentak dengan
memanfaatkan teknologi modern. Macam teknik yang digunakan pada seni grafis
antara lain teknik cetak tinggi, cetak saring, cetak dalam, dan cetak cahaya
atau yang yang lebih dikenal dengan photography.
Demikianlah
pembahasan kali ini tentang pengertian, ciri-ciri, dan contoh seni rupa
postmodern, semoga bermanfaat untuk anda.