Secara bahasa kata
“Teater” berasal dari bahasa Yunani “Theatron” yang artinya panggung untuk
menonton. Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan saja, teater juga memiliki
peran yang penting dalam membangun kematangan jiwa serta keluhuran budi seseorang.
Teater ada cukup banyak jenis dan macamnya di dunia. Karya seni ini memiliki
nama serta keunikannya masing-masing di setiap negara. Nah berikut ini adalah
macam –macam teater tradisional asia beserta negara asalnya.
Macam-Macam Teater Tradisional Asia Beserta Asal
Negaranya


1.       Teater Tradisional China
Tetaer tradisional yang berkembang di
negara China bernama Opera Peking. Teater ini menggabungkan seni musik,
nyanyian, tarian, akrobat, dan pantonim kedalam satu pertunjukan yang utuh.
Opera Peking pertama kali mucnul pada akhir abad ke-18 dengan ciri-ciri
pemainnya menggunakan busana warna-warni mencolok dan gerakan –gerakan simbolik
dan sugestif. Cerita yang diangkat dalam Opera Peking biasanya berupa sejarah
China, cerita rakyat, legenda, hingga cerita-cerita moder. Awalnya Opera Peking
hanya dimainkan oleh laki-laki namun pada perkembangannya yaitu tahun 1894, teater
tradisional China ini mulai dimainkan oleh kaum perempuan.
2.       Teater Tradisional Jepang
Ada 4 teater tradisional yang muncul dan
berkembang di negara Jepang, yaitu:
·        
Kabuki
Kabuki merupakan pertunjukan teater
berupa tarian, dan nyanyian yang diiringi oleh musik. Ciri-ciri Kabuki yaitu
memakai make up yang cukup rumit, semua pemainnya adalah pria, dan memiliki
banyak atraksi sehingga cukup digemari oleh kaum golongan bawah.
·        
Bunraku
 Bunraku adalah teater Jepang berupa boneka
yang populer di abda ke-16. Teater ini diiringi oleh musik berupa Shamisen dan
setiap bonek digerakan oleh tiga orang yang yaitu Omozukai, Hidarizukai, dan
Ashizukai.
·        
Kyogen
Kyogen adalah teater tradisional Jepang
yang sifatnya menghibur dengan isi berupa lelucon-lelucon. Kyogen merupakan
drama lisan yang berbentuk dalam percakapan dialog dengan tema percakapan umum
masyarakat foedal.
·        
Noh
Noh juga merupakan salah satu teater
Jepang yang dicirikan dengan penggunaan properti berupa topeng. Gerakan
tariannya sangat pelan dan teater ini banyak disukai oleh kaum kelas
atas/bangsawan.
3.       Teater Tradisional Korea
Teater tradisional yang ada di Korea
terbagi menjadi 2 macam yaitu:
·        
Talchum
Adalah tari topeng asal Korea yang
memiliki unsur teater berupa tarian, musik, dan nyanyian. Para pemainnya
menggunakan topeng dalam berdialog sehingga identitiasnya dapat dirahasiakan.
·        
Pansori
Adalah sebuah sandiwara sebagai pusat
yang isinya berupa penyampaian dialog, nyanyian, dan penggambaran isi hati
menjadi sebuah ceita utuh.
4.       Teater Tradisional India
Teater tradisional di India awalnya
berbentuk narasi yang dieskpersikan atau disampaikan dalam bentuk tarian dan
nyanyian. Sementara itu, alur cerita serta lakonnya mengikuti pada kisah
Mahabarata dan Ramayana. Sedangkan pada perkembangannya teater tersebut menjadi
saran pengajaran serta hiburan dengan menceritakan nilai baik vs nilai buruk.
Sehingga para penonton bisa mengambil hikmahnya.
5.       Teater Tradisional di
Indonesia
Seni teater tradisional yang berkembang
di Indonesia ada banyak sekali. Salah satu contohnya yang paling terkenal
adalah wayang kulit. Teater ini mempertunjukan penampilan wayang dari belakang
layar tipis yang diberikan sinar lampu sehingga menciptakan bayangan di
belakang layar. Wayang tersebut digerakan oleh seorang dalang dan para penonton
menikmati pertunjukannya di balik layar. Pada tanggal 7 November 2003, kesenian
ini memperoleh Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity dari
UNESCO.

Itulah macam-macam
teater tradisional asia beserta asal negaranya, semoga bermanfaat untuk anda.