Tari Saman adalah contoh dari tarian massal yang berasal dari daerah Nangroe Aceh Darussalam. Tarian ini sudah sangat terkenal dan cukup fenomenal, tidak hanya di Indonesia saja tetapi keunikannya telah dikenal hingga ke mancanegara. Lalu apakah yang membuat tari massal yang satu ini menjadi terkenal unik? Bagi anda yang penasaran dan ingin tahu alasannya, berikut adalah informasi tentang keunikan Tari Saman dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Keunikan Tari Saman dari Nanggroe Aceh Darussalam
1. Sejarah
Awalnya tarian ini hanyalah sebuah permainan bernama Pok Ane yang diciptakan oleh seroang Ulama Gayo yang bernama Syekh Saman pada abad ke-19 M. Namun dalam perkembangannya permainan tersebut diirngin dengan syair, pujian-pujian kepada Allah SWT, serta kombinasi tepuk tangan dari para penari. Dahulu Tari Saman digunakan sebagai media dakwah dan sering ditampilkan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun semakin mengikuti perkembangan zaman, kini Tari Saman lebih dikenal dan sering digunakan sebagai sebuah pertunjukan yang sifatnya menghibur.

2. Syair dan Lagu
Keunikan lain yang dimiliki oleh Tari Saman yaitu pada syair dan lagu yang ada di dalamnya. Dalam tarian ini, biasanya diirngin dengan lagu ataupun syair berbahasa Aran dan Aceh. Isinya berupa pesan-pesan dakwah, nasihat, dan sindirian. Namun pada perkembangannya, Tari Saman memiliki 5 macam nyanyian yaitu:
• Rengum, yaitu sebagai pembukaan dari Tari Saman yang langsung disambung dengan kalimat berupa pujian kepada seseorang, benda, ataupun tumbuhan yang diumpakaman.
• Dering, yaitu rengum yang diikuti semua penari secara bersamaan.
• Redet, yaitu suara pendek dan singkat yang dinyanyikan oleh seorang penari pada waktu bagian tengah tari.
• Syek, yaitu lagu dengan suara tinggi melengking yang dinyanyikan oleh seorang penari. Kemudian diikkuto oleh perubahan gerak.
• Saur, yaitu lagu yang diulangi oleh seluruh penari setelah sebelumnya dinyanyikan oleh penari solo.

3. Gerakan Tari
Tari Saman memiliki keunikan yang sangat khas pada gerakannya. Gerakan dasar pada tari ini adalah tepuk tangan dan tepuk dada seperti gerak guncang, lingang, kirep,dan surang-saring. Perpaduan gerakan yang dilakukan oleh semua penari tersebut menciptakan suara harmonis dengan tampilan yang menakjubkan apalagi jika dilakukan secara massal. Diduga gerakan ini merupakan gerakan tari yang umum dijumpai pada tarian melayu kuno yang berhasil dipelajari oleh Syekh Saman guna mempermudah penyebaran dan dakwah agama Islam.

4. Kostum dan Busana
Busana yang digunakan oleh penari dalam Tari Saman juga cukup unik. Di bagian kepala terdapat bulung teleng atau tengkuluk dengan dasari kain berwarna hitam empat persegi. Di bagian badan para penari menggunakan baju dasar hitam yang disulam dengan benang putih, hijau, dan merah. Sedangkan bagian pinggangnya disulam dengan kedawek dan kekait. Warna-warna yang digunakan pada kostum dan atribut Tari Saman juga mengandung nilai-nilain seperti kekompakan, keperkasaan, kebijaksanaa, keharmonisan, dan keberanian.

5. Penari
Awalnya Tari Saman dibawakan oleh 8 penari laki-laki atau lebih. Namun pada perkembangannya, tari ini ikut dimainkan juga oleh kaum perempuan dengan jumlah penari yang lebih bervariasi. Bahkan terkadang tarian ini dilakukan secara massal guna menciptakan pertunjukan seni tari yang menganggumkan. Oleh sebab itulah, Tari Saman dikategorikan sebagai tari berkelompok dan bisa juga dikategorikan sebagai tari massal.

Nah itulah keunikan yang dimiliki oleh Tari Saman dari Nanggroe Aceh Darussalam. Semoga informasi yang kami berikan kali ini bisa bermanfaat dalam menambah wawasan anda di bidang seni tari.