Indonesia merupakan negara yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebelum merdeka, para pahlawan kita telah berjuang mati-matian dalam membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang. Belanda dan Jepang memang sama sama menjajah Indonesia, namaun terdapat perbedaan penjajahan pada masa jepang dan belanda. Apa saja yang membedakan masa penjajahan jepang dan masa penjajahan belanda? apakah ada perbedaan yang signifikan di anatar keduanya? Bangsa Belanda datang ke Indonesia karena tertarik akan kekayaan hasil rempah-rempah yang tertanam di tanah Indonesia. Sedangkan Jepang datang ke Indonesia karena berhasil menang dalam perang pasifik. Indonesia yang pada saat itu berada di bawah penjajahan kekuasan Belanda, otomatis berpindah tangan berada di bawah penjajahan kekuasaan Jepang. Belanda menjajah Indonesia selama kurang lebih 350 tahun, dan Jepang menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 tahun. Berikut akan kami bahas mengenai perbedaan penjajahan pada masa Belanda dan pada masa Jepang dari segi sisitem penjajahan, dan sistem pemerintahan. Selain itu kami juga akan membahas penggunakan bahasa, pendidikan, jenis pekerjaan, kehidupan sosial, dan kondisi keagamaan masyarakat Indonesia.
Sistem Penjajahan
 
1.   Sistem Penjajahan Belanda
Tujuan awal belanda datang ke Indonesia adalah untuk berdagang. Adanya keserakahan dalam diri belanda membuat belanda menggunakan kekerasan dalan berdagang, yang tujuannya untuk mengamankan jalanannya perdangangan. Siapapun yang mengganggu jalannya perdagangan belanda akan diperlakukan sangat kejam tanpa memandang bulu. Baiknya, siapapun yang tidak menganggu jalannya perdagangan akan diperlakukan sangat baik, dibantu segala kebutuhannya, diberikan pendidikan, dan diberikan pendidikan berfikir. Bentuk penjajahan Belanda hanya berpusat pada urusan ekonomi saja. Bahkan warga negara indonesia masih diberikan kebebasan untuk berfikir dan masih bisa melanjutkan perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam melawan penjajah. Tidak semua orang belanda melakukan penjajahan terhadap Indonesia, ada sebagian orang belanda yang malah turut membantu dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
2.   Sistem Penjajahan Jepang
Tujuan Jepang datang ke Indonesia tidak lain untuk mengamankan pemasukan bahan baku demi kepentingan industri Jepang sendiri. Kehadiran jepang memang untuk menjajah Indonesia dan menyatukan
seluruh Asia di bawah kekuasan jepang. Setiap orang yang mentang jepang atau orang yang dianggap menentang Jepang akan diperlakukan sangat kejam. Bahkan wanita Indonesia dijadikan pemuas nafsu para tentara Jepang. Tetapi Jepang akan memperlakukan orang dengan sangat baik apabila mau membantu dan berada di pihak Jepang. Jepang juga memberikan pendidikan kepada mereka, pendidikan yang diutamakan adalah pendidikan militer. Sebagaian orang jepang juga ada yang membantu dan memberik dukungan demi kemerdekaan Indonesia. Dengan begitu, berkat bantuang dari orang Jepang, Indonesia juga dapat membangun kekuatan dalam bersenjata.
Masa Pemerintahan
 
1.   Masa Pemerintahan Pada Masa Penjajahan Hindia Belanda Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Indonesia hanya memiliki satu pemerintahan, yaitu pemerintahan sipil.
2.   Masa Pemerintahan Pada Masa Penjajahan Jepang Pada masa pemerintahan Jepang, Indonesia memiliki 3 pemerintahan militer. Yang pertama adalah pemerintahan militer Angkatan Darat di bawah pemerintahan tentara ke 25. Lingkup pemerintahan militer Angkatan Darat meliputi sumatra serta pusatnya yang berada di bukit tinggi. Yang kedua adalah pemerintahan militer Angkatan Darat di bawah
pemerintahan tentara ke 16. Pemerintahan ini mencakup seluruh wilayah Jawa dan wilayah Madura dengan pusatnya berada di Jakarta. Yang ketiga adalah pemerintahan militer Angkatan Laut (AL) di bawah pemerintahan armada selatan ke 2. Lingkup pemerintahan militer Angkatan Laut ini mencakup seluruh wilayah sulawesi, maluku, dan kalimantan dengan pusatnya yang berada di Makasar.
Kebijakan Berbahasa
                         
1.    Kebijakan Berbahasa Pada Masa Penjajahan belanda
Bahasa utama yang digunakan oleh masyarakat Indonesia pada masa penjajahan jepang adalah bahasa Belanda. Namun hal itu tidak berjalan lancar, karena banyak warga Indonesia yang tidak mengetahui bahasa Belanda tersebut. Terdapat kebijakan bahwa setiap warga Indonesia yang bisa berbahasa Belanda memiliki hak lebih banyak. Budak yang bisa berbahasa Belanda boleh memakai topi saat bekerja. Wanita pribumi yang bisa berbahasa Belanda diperbolehkan menikah dengan orang Eropa. Di Maluku dan Batavia, Belanda mendirikan sekolah Belanda yang dikhususkan belajar menggunakan bahasa Belanda, namun hanya untuk golongan elit saja. Usaha itupun tidak membuahkan hasil, karena anak-anak hanya belajar menggunakan
bahasa Belanda pada saat pelajaran saja. Pada saat anak-anak sudah pulang kerumah, anak-anak kembali menggunakan bahasa melayu atau bahasa jawa.
2.    Kebijakan Berbahasa Pada Masa Penjajahan Jepang
Jepang mengeluarkan kebijakan berupa larangan menggunakan bahasa Belanda. Kebijakan tersebut dianggap sangat mempengarui perkembangan bahasa Indonesia. Karena bahasa utama yang dipakai masyarakat Indonesia sebelum datangnya jepang adalah bahasa Belanda. Dan ketidak mungkinan untuk belajar bahasa Jepang membuat bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa utama.
Pendidikan
 
1.   Pendidikan Pada Masa Penjajahan Belanda Sistem pendidikan yang diselenggarakan pada masa Belanda dilakukan secara bertahap dan terpisah berdasarkan tingkat sosial dan golongan kebangsaan. Terdapat 3 macam tingkatan pendidikan, yaitu rendah, menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan yang dijalani ditempuh dalam waktu 3 sampai 5 tahun dengan mengadopsi dari sistem barat menggunakan bahasa pengantar bahasa Belanda. Fokus pendidikan pada masa Belanda adalah berfokus pada pendidikan karakter serta pengetahun. Sebagian besar penduduk Indonesia tidak mengenyam pendidikan, karena memang penddidikan yang diberikan oleh Belanda khusus untuk anak dari kalangan piyayi. Sebagian lagi ada mengenyam pendidikan di pesantren dan sekolah pribumi.
2.    Pendidikan Pada Masa Penjajahan Jepang
Sistem pendidikan yang diselenggarakan pada masa jepang tidak berbelit-berlit, jadi langsung mereformasi pendidikan yang ada di Indonesia. Tidak ada lagi perbedaan pendidikan berdasarkan pada golongan kebangsaan, golongan priyayi, ataupun strata sosial, segala bentuk pendidikan rendahpun telah dihapuskan. Hanya ada satu pendidikan yang diberi nama sekolah rakyat, yang ditempuh dalam waktu 6 tahun. Sekolah desa juga ikut diganti nama menjadi sekolah pertama. Sekolah rakyat ditempuh selama 6 tahun, sekolah menengah ditempun selama 3 tahun, dan sekolah menengah tinggi ditempuh selama 3 tahun. Bahasa yang digunakan sebagai bahasa pengantar adalah bahasa Indonesia, dengan fokus pendidikan lebih diutamakan pada sistem militer. Bahasa Indonesia dijadikan sebagai mata pelajaran yang wajib dipelajari dan adat jepang menjadi adat kebiasaan yang harus ditaati.
Kehidupan Sosial
 
1.   Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda Sebelum Belanda datang ke Indonesia, Indonesia terdiri dari 3 golongan. 3 golongan tersebut adalah golongan bangsawan (kelas atas), golongan birokrat pemerintah (kelas menengah), dan golongan rakyat jelata (kelas bawah). Setelah belanda datang ke Indonesia, Belanda mengambil alih kedudukan kaum bangsawan dan menjadi golongan dengan kelas atas. Kemudian golongan bangsawan dan birokrat pemerintah menjadi kelas menengah, di kelas bawah ada petani, kuli, buruh, dan pekerja kasar lainnya. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, banyak orang yang kekurangan dalam hal ekonomi. Hal itu menyebabkan masyarakat Indonesia tidak bisa menentukan sendiri nasibnya akan seperti apa kedepannya.
2.   Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Jepang Datangnya Jepang ke Indonesia banyak membawa perubahan yang besar terhadap Identitas Negara Indonesia itu sendiri. Banyak berlangsung proses Indonesianisasi seperti penggunaan bahasa Indonesia yang menjadi bahasa utama dan bahasa resmi Negara Indonesia. Selain itu, banyak pula nama-nama yang sudah di Indonesiakan, serta kedudukan pegawai tinggi dapat dijabat oleh warga negara Indonesia sendiri. Namun dibalik perubahan tersebut, kehidupan sosial masyarakat Indonesia masih terbilang sangat memprihatinkan. Banyak masyarakat Indonesia yang masih kelaparan, dijadikan budak romusha oleh jepang, dan semua kegiatan masih berada di bawah kendali jepang. Hal itu menyebabkan masyarakat Indonesia tidak bebas dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Jenis Pekerjaan
 
1.   Pekerjaan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda Pada masa penjajahan belanda, sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja sebagai petani dan sebagian kecil bekerja sebagai pedagang dan pegawai pemerintahan.
2.   Pekerjaan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Jepang Pada masa penjajahan jepang, banyak masyarakat Indonesia yang dijadikan budak Romusha (kerja paksa) demi kepentingan perang. Melalui program propaganda dan pemaksaan, jepang mengharuskan masyarakat yang bekerja sebagai petani untuk menanam komoditas yang dibutuhkan jepang. Kenapa? karena pertanian merupakan sektor utama jepang untuk menunjang berkembanaganya perekonomian dan peningkatan pemasukan amunisi persenjatan perang jepang. Sebagian besar msyarakat Indonesia masih bekerja sebagai petani, sebagian kecil menjadi tentara jepang, dan sebagian lagi ikut Romusha (kerja paksa).
Kondisi Keagamaan
 
1.   Kondisi Keagamaan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda Belanda melakukan pengawasan, pengontrolan, pendisiplinan, dan pencatatan terhadap semua aktivitas peribadahan umat islam. Sistem yang diterapkan adalah sistem sekulerisme dan liberalisme keagamaan dengan misi penghapusan agama dari urusan politik. hal itu sengaja dilakukan untuk mengatur menekan, dan meredam daya kritis umat islam yang ada di Indonesia. Akibat yang ditimbulan dari penerapan sistem
diatas adalah terciptanya term Islam kota dan Islam desa, Islam modern dan Islam tradisional, Islam liberal dan Islam radikal, Islam fanatik dan Islam moderat, dan masih banyak lagi yang lainnya.
2.   Kondisi Keagamaan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Jepang Jepang menjadikan golongan islam dan nasionalis sekuler sebagai sandaran politik kolonial. Pemimpin nasionalis sekuer diakui secara resmi dan diangkat menjadi pejabat dalam pemerintahan militer jepang. Berbeda dengan masa penjajahan belanda yang ingin menyingkirkan keberadaan islam, Jepang malah berbuat sebaliknya. Jepang meningkatkan posisi Islam dalam bidang politik dan sosial religius. Semua itu jepang lakukan bukan semata-mata ingin mengembangkan Indonesia, namun itu merupakan strategi Jepang untuk mendapatkan Asia Timur Raya. Jepang juga telah melakukan aktivitas internasioanalisme untuk menarik simpati masyarakat yang beragama Islam, seperti menyelenggarakan pertemuan organisasi islam di Tokyo. Namun niat jepang untuk memobilitas masyarakat tidak berjalan dengan baik, karena umat islam sendiri sulit untuk memberikan kedudukan pemimpin kepada orang asing. Dan hasilnya malah menguntungkan umat islam itu sendiri karena telah mendapat banyak pengetahun dengan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan islam. Lebih tepatnya kegiatan-kegiatan islam yang
telah dirancang oleh pemerintah jepang.
Itulah perbedaan penjajahan pada masa jepang dan belanda. Belanda dan Jepang memang memiliki cara sendiri-sendiri dalam menjajah Indonesia, mulai yang yang lembut hingga yang sangat kejam. Namun apapun bentuk dari penjajahan itu, penjajahan tetaplah penjajahan yang merugikan bagi masyarakat dan negara Indonesia. Semoga Bermanfaat.