Kitab dan Suhuf dalam kacamata Islam adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul (utusan)-Nya sebagai pedoman kehidupan. Berbeda jika dilihat dari sudut pandang bahasa, kitab dan suhuf sama-sama berasal dari bahasa Arab. Kitab berasal dari kata ‘kataba-yaktubu-kitabatan-kitaban’ yang berarti tulisan. Sedangkan suhuf berasal dari kata ‘shahifah’ yang berarti lembaran-lembaran yang tertulis.Sekilas memang kitab dan suhuf tidak memiliki perbedaan yang bisa dengan mudah untuk mengidentifikasinya. Tapi jangan kecewa dulu, karena penjelasan di bawah ini akan menjawab semua pertanyaanmu.

Kitab Berbentuk Buku, Suhuf Itu Lembaran
Bagi kalian yang pernah menonton serial Kera Sakti, pasti tidak asing dengan istilah kitab suci. Ya, kitab suci adalah buku yang berisikan pesan-pesan suci yang digunakan untuk pedoman dalam menjalani hidup. Di Arab sendiri, kata kitab tidak selalu berhubungan dengan sesuatu yang bersifat keagamaan atau kepercayaan. Bagi orang Arab, kitab berarti buku, dan semua lembaran yang dijilid rapi merupakan buku bagi mereka.

Dilihat dari asal katanya, sudah jelas bahwa suhuf adalah tulisan yang masih berbentuk lembaran. Lain halnya dengan kitab yang sudah berbentuk jilid rapi dan bisa dengan mudah dibawa kemana-mana, suhuf bertahan dengan hanya menjadi lembar-lembar tulisan.

Kitab dan Suhuf dari Sudut Pandang Islam
Dua istilah tersebut terdapat dalam Alquran, maka penting bagi muslim dan muslimat untuk memahami apa saja hal yang membedakan keduanya.
Kitab adalah sekumpulan firman Allah (kalamullah) yang diwahyukan kepada para rasul-Nya melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kembali pada umatnya sebagai pedoman kehidupan. Sedangkan Suhuf adalah wahyu yang Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril pada rasul-Nya dan berisi pujian, zikir, dan nasehat. Berbeda dengan kitab, rasul yang menerima suhuf tidak wajjib menyampaikan kembali pada umatnya.

Hal-hal yang Menjadi Pembeda Antara Kitab dan Suhuf Allah
Buat kamu yang masih haus akan penjelasan kitab dan suhuf, dimohon sabar sebentar. Persiapkan dirimu, karena setelah ini kamu akan tahu hal-hal yang akan melegakan dahaga penasaranmu. Yuk!
a. Kitab wajib disampaikan rasul pada umatnya, sedangkan suhuf tidak. Inilah perbedaan yang paling mendasar antara dua istilah itu, kewajiban menyampaikan.
Rasul yang menerima kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikannya kembali pada seluruh umatnya tanpa terkecuali dan jika tidak menyampaikannya akan berdosa. Sedangkan suhuf diturunkan Allah untuk diri rasul sendiri dan tidak berdosa apabila tidak disebarkan pada umatnya.
b. Kitab memiliki isi yang lengkap dan lebih sempurna dibandingkan suhuf.
c. Kitab dikumpulan menjadi satu tulisan maupun hafalan sehingga tetap utuh dan tidak bisa diubah. Sedangkan suhuf tidak pernah dikumpulkan menjadi sekumpulan berbentuk tulisan. Sejak diwahyukan pada rasul, suhuf hanya dibuat dalam bentuk lembaran
d. Kitab adalah wahyu Allah yang merupakan mukjizat bagi rasul yang menerimanya. Adapun rasul yang menerima kitab, yaitu: Musa (Taurat), Daud (Zabur), Isa (Injil), dan Muhammad (Alquran).
Suhuf adalah wahyu Allah yang hanya diperuntukan untuk rasul agar menambah keimanannya. Adapun nabi dan rasul yang menerima suhuf, yaitu: Adam A.S (10 suhuf), Musa A.S (10 suhuf), Ibrahim A.S (30 suhuf, tapi ada yang menyebut 10 suhuf), Idris A.S (30 suhuf), dan Syis A.S (50 suhuf, tapi ada yang menyebut 60 suhuf).

Nah, bagaimana? Sudah terjawab semua, kan?
Seperti itulah penjelasan kitab dan suhuf dalam kacamata Islam. Semoga bisa menambah khazanah pengetahuan dan kualitas keimanan kamu semua, ya.