Dampak perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme banyak yang tidak kita sadari. Bahkan tanpa sadar dampak-dampak tersebut mengubah hidup bangsa kita menjadi lebih baik. Lalu, apakah kolonialisme dan imperialisme itu?Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme
Kolonialisme berasal dari kata koloni. Koloni, colonus, colonia berasal dari bahasa latin memiliki arti yang sama. Koloni adalah tanah jajahan sebuah negara di luar wilayahnya, dan tempat itu kelak akan disebut bagiannya. Sedangkan kolonialisme adalah suatu usaha perluasan, pengembangan dan penguasaan suatu tempat dengan kekuasaan penuh sebuah negara di luar tempat itu. Biasanya dilakukan paksaan agar tempat tersebut tunduk pada motherland (negara induk) sehingga ia mendapat untung yang sangat besar.
Jenis Kolonialisme dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Koloni Eksploitas adalah koloni yang dilakukan secara menyeluruh. Baik wilayah, penduduk ataupun kekayaan alamnya jajahan.
b. Koloni Penduduk adalah koloni yang menerapkan sistem pengusiran penduduk pribumi dan menggantinya dengan pendatang.
c. Koloni Deportasi adalah sebuah wilayah yang digunakan sebagai wilayah pengasingan  narapidana oleh pemerintah.
Imperialisme berasal dari kata berbahasa latin “imperare” yang bermakna memerintah. Hak imperare disebut imperium. Orang yang diberi hak disebut imperator.
Imperialisme memiliki arti sebagai usaha penguasaan atau perluasan wilayah/negara lain untuk kemudian dijadikan imperiumnya. Penguasaan tidak melulu dengan senjata, bisa melalui ekonomi, kultur, agama atau yang lain dengan cara memaksa.
Jenis imperialisme dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Imperialisme kuno atau ancient imperialism adalah imperialisme yang berlangsung pada zaman  kuno – pertengahan. Kisaran tahun 1500M. Semboyan yang digunakan adalah 3G (Gold, Glory, Gospel).
b. Imperialisme modern atau modern Imperialism adalah imperialisme pada awal revolusi industri hingga akhir Perang Dunia II (1500M-1942). Karena revolusi industri, negara mencari wilayah yang kaya bahan mentah untuk mereka kuasai kekayaannya.
c. Imperialisme Ultramodern atau Neokolonialisme adalah imperialisme yang bertahan hingga sekarang. Penguasaan yang dilakukan adalah atas penguasaan psikologi, mental dan teknologi.
Tujuan Kolonialisme dan Imperialisme
Kolonialisme bertujuan untuk memperbanyak sumber daya negara tersebut dan mengekspansikan budaya mereka. Sedangkan imperialisme bertujuan untuk penguasaan dunia di bidang kehidupan negara bersangkutan secara lebih tertata.
Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
a. Daendels dan Rafflles telah meletakkan tatanan dasar pemerintah yang tepat. Jika dulu bupati adalah jabatan turun temurun, berkat mereka bupati menjadi pegawai dan mendapat gaji. Pamong praja dulu berkat garis keturunan sekarang menjadi sistem kepegawaian.
b. Pemindahan tradisi dengan cara yang kejam. Upacara dan tradisi di kerajaan bangsa Indonesia menjadi sangat sederhana dan perlahan digantikan tradisi Belanda.
c. Adanya program transmigrasi karena perkebunan Jawa yang terus memesat dan Sumatera yang kesulitan
d. Rusaknya sendi budaya negeri sendiri akibat pengaruh budaya Barat
e. Bertambahnya agama di Indonesia. Seperti adanya ajaran Katholik dan Protestan
f. Pembangunan fasilitas masyarakat oleh Belanda, meliputi, waduk, jalan raya, jalan kereta, dan pelabuhan dengan sistem kerja rodi
g. Status sosial bangsa Eropa menjadi paling tinggi. Disusul  Asia dan Timur jauh. Baru kaum Pribumi untuk status paling rendah.

Demikian pembahasan dampak perkembangan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia. Betapa kejamnya para penjajah seharusnya menggugah pikiran kita agar lebih menghargai apa yang sudah dimenangkan para pahlawan. Kita beruntung hanya tinggal melestarikan apa yang ada, berbeda dengan pahlawan kita yang harus berjuang habis-habisan memperebutkannya. Kita harus bahu membahu agar apa yang sudah susah payah dipertahankan bangsa ini dapat terus berlangsung hingga anak cucu kita kelak.