Madura tidak hanya terkenal dengan sate dan karavan sapinya. Sebagaimana daerah lainnya, Madura juga memiliki budaya dan kesenian yang menjadi ciri khas. Alat musik yang ada di Madura sendiri terbagi menjadi tiga jenis yaitu musik tradisional, musik pengaruh budaya islam, dan musik dangdut. Dalam hal ini, kita hanya akan membahas secara khusus alat musik daerah Madura tanpa pengaruh banyak budaya luar.

 

1.     Tongtong
Alat musik tradisional pertama yang dimiliki Oleh Madura adalah tongtong. Alat musik ini mirip dengan kentongan yang bahan pembuatnya adalah bambu dan batang pohon siwalan. Tongtong sudah digunakan sejak berabad-abad silam saat masih ada kerajaan Hindu. Mulanya tongtong berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk memberitahu bahaya seperti kebakaran, pencuri dan lainnya. Namun sering berjalannya waktu, tongtong dijadikan sebagai alat penghasil bunyi tertentu yng digunakan untuk membangunkan orang sahur. Selain itu, tongtong juga digunakan sebagai orkes musik khas Madura.
2.     Saronen
Madura juga memiliki alat musik tradisional yang cara mamainkannya adalah dengan ditiup. Alat musik tersebut di sebut dengan Saronen. Material yang digunakan untuk membuat alat musik ini adalah kayu jati. Saronen memiliki panjang sekitar 40 cm dan berbentuk menyerupai kerucut. Sebagaimana alat musik tiou lainnya, saronen juga memiliki lubang untuk mengjasilkan suara tertentu. Dalam satu saronen terdapat 7 buah lubang dimana 6 lubang berada pada bagian depan sementara 1 lubang ada di bagian belakang. Yang menambah keunikan dari saronen adalah adanya bentuk kumis yang terbuat dari tempurung kelapa yang diletakkan di sekitar tempat untuk meniupnya.
Bunyi yang dihasilkan dari lat musik daerah Madura ini sangat khas dimana bunyi tersebut terdengar nyaring, parau dan juga meliuk-liuk. Saronen biasanya tidak dimainkan secara tunggal melainkan bersama-sama dengan alat musik lain. Alat musik yang sering dikolaborasikan dengan saronen adlah gendang, kenong,gong, dan lainnya. Saat semua alat musik berpadu dalam harmoni, tentu akan menghadirkan suara musik yang lekat dengan budaya Madura.
 
3.     Ul-daul
Alat musik yang menjadi ciri khas Madura selanjutnya adalah Ul-daul. Ul-daul sendiri merupakan alat musik sejenis perkusi yang cara memainkannya sederhana dan tidak memerlukan teknik khusus. Alat musik ini kabarnya merupakan pengemabangan dari alat musik tradisional tongtong yang cara memainkannya dipukul secara berulang-ulang kali. Alat musik ini terbuat dari bamboo dengan ukuran yang beragam tergantung pada bunyi suara yang akan dihasilkan. Semakin besar bamboo maka semakin besar pula bunyi yang di hasilkan. Ul-daul ini terdiri dari beragam bentuk dari mulai yang besar hingga yang kecil. Sehingga bentuk-bentuk ul-daul tersebut saat dimainkan akan menghasilkan kombinasi musik yang pas dan harmoni yang indah.
masyarakat Madura sampai saat ini masih melestarkan alat musik ul-daul seperti halnya memelihara budaya caravan sapi. Setiap tahunnya, masyarakat Madura mengadakan festival ul-daul. Hal tersebut juga didukung oleh pemerintah setempat sehingga acara yang diselenggarakan begitu meriah dan penuh antusias. Tidak hanya dimainkan di festival tahunan, permainan alat musik ul-daul juga dapat dijumpai saat peringatan hari besar islam, acara perpisahan sekolah atau pondok, dan masih banyak lagi. Ul-daul daapat menyesuaikan irama-irama lagu baik yang islami seperti qasidah, lagu-lagu daerah, atau pun lagu dangdut sekalipun. Oleh karenanya, alat musik ini tidak mudah lekang oleh zaman. Selain karena keluwesannya, dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat yang dengan konsisten menjadikan alat musik ini bertahan dan lestari.